Air Asia Merambah ke Bisnis Taksi Online

Persaingan usaha pemesanan transportasi semakin sengit. Dikabarkan baru-baru ini AirAsia merilis layanan baru transportasi online bernama AirAsia Ride. Air Asia telah siap untuk berebut pemesanan transportasi online dengan pebisnis lainnya seperti Grab dan Gojek yang lebih dulu ada di jalanan Malaysia. 

Di tahap awal, layanan taksi berbasis online ini hanya tersedia di Lembah Klang dan Kuala Lumpur dulu, lalu menyusul di kota lainnya dalam waktu dekat ini. Tidak hanya itu saja, Air Asia pun siap untuk membawa layanan e-hailing ini ke beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand. 

Tony Fernandes selaku orang nomor satu di Air Asia mengatakan, respons dari para driver di Malaysia untuk ikut bergabung dengan e-hailing ini sangat luar biasa. 

“Masyarakatnya juga menantikan sekali layanan ini,” kata Fernandes di sebuah wawancara yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/8/2021). 

Untuk bisa menikmati layanan AirAsia Ride ini, para calon penumpang ini dapat secara langsung memesan nya dari aplikasi AirAsia SupperApp yang dapat di download lewat App Store, App Gallery dan Play Store. 

Ketika membuka aplikasi, para calon penumpang akan menemukan opsi “Ride” yang terdapat di halaman pertama. Anda bisa pilih opsi tersebut, selanjutnya tentukan jenis kendaraan yang Anda inginkan. 

Lim Chiew Shan selaku CEO AirAsia Ride Malaysia juga menambahkan, untuk sekarang AirAsia Ride mempunyai sekitar 1.500 driver yang telah beroperasi. Dalam kurun waktu enam bulan ke depan, Shan menyebutkan, akan ada 5.000 driver lainnya yang akan bergabung dengan AirAsia Ride ini. Sehingga semua masyarakat bisa menikmati layanan ini. 

Ke depannya juga, Shan mengatakan jika layanan AirAsia Ride ini akan hadir secara bertahap dengan melihat permintaan di pasar. Dengan demikian, perusahaan dapat menyeimbangkan kapasitas pekerjaan dari setiap pengemudi. 

Masih dari sumber yang sama, pengemudi AirAsia Ride ini dapat mengambil keuntungan bersih sekitar 85% dari tarif perjalanan para penumpang. Ada juga tarif AirAsia Ride sebanyak 1 Ringgit per kilometer atau jika dirupiahkan sebesar Rp 3.400 (tidak termasuk dengan biaya tol). 

Hal yang untuk dari pemain lainnya, AirAsia Ride ini memperbolehkan para penumpangnya untuk memesan layanan AirAsia Ride dengan cara mendatangi langsung (real time) drivernya. Selain itu, supaya bisa meningkatkan pendapatan, para driver AirAsia Ride ini pun diizinkan untuk menerima jasa antar barang seperti makanan, parsel dan sejenisnya. 

Hampir sama dengan layanan ride-hailing lainnya, penumpang juga bisa memanfaatkan poin yang telah diberikan menjadi metode pembayaran atau juga potongan harga (diskon). 

“Dalam waktu dekat ini, para penumpang dapat memanfaatkan Big Points mereka untuk melakukan pembayaran perjalanan atau juga menikmati diskon (potongan harga) seperti AirAsia Free Seats,” jelas Lim mempromosikan. 

Hal lainnya yang pasti yaitu AirAsia belakangan ini memang sedang ekspansi di layanan ride-hailing untuk wilayah Asia Tenggara. Salah satunya yaitu mengakuisisi operasi bisnis Gojek di Thailand sejumlah 50 juta dollar AS pada Juli 2021 kemarin. Dengan transaksi tersebut, Gojek memperoleh 4,76 persen saham dari AirAsia Supper App. 

Kepemilikan saham Gojek atas AirAsia Supper App ini sama dengan 50 juta dollar AS. Dengan demikian, valuasi unit usaha digital Air Asia Group ini sebanyak 1 miliar dollar AS. Kesepakatan antara AirAsia Group dan Gojek ini adalah unicorn Indonesia, terjadi hanya satu minggu selepas AirAsia melakukan pengajuan permohonan lisensi perbankan digital di Malaysia. 

Perjanjian bisnis tersebut juga menjadi sebuah tanda pergeseran fokus AirAsia Group ke bisnis digital. Sebab, tidak hanya taksi online dan jasa antar makanan saja, Air Asia juga akan merambah di teknologi finansial atau fintech, e-commerce dan logistik menjadi bagian dari AirAsian Supper App. 

Tony Fernandes juga berharap para pengguna nya membuka aplikasi Air Asia setiap hari sebab banyak layanan yang dapat mereka gunakan pada aplikasi tersebut. 

“Semuanya terhubung, kami akan memanfaatkan pengalaman kami selama 19 tahun ini, sehingga Anda bisa mulai melihat jika ini merupakan ekosistem yang telah dipikirkan dengan sangat matang yang saya yakini bisa mengubah banyak hal di ASEAN dengan melalui inklusivitas dan nilai. Doakan semoga kami beruntung, dan coba untuk naik AirAsia,” sebut Tony Fernandes. 

Nah, itu tadi pembahasan mengenai AirAsia yang mulai merambah ke bisnis taksi online. Tentu saja di era seperti ini seluruh bidang bisnis sedang berusaha untuk bertahan dan mengembangkan semua produknya agar tidak tersaingi oleh kompetitor lainnya dan dapat terus mengepakkan sayapnya, karena jika Anda tidak bisa berkembang di zaman ini, bisa jadi Anda tergeser dengan kompetitor lainnya atau juga tergantikan dengan yang baru. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.