Amar Bank Akan Right Issue, Apa Itu Right Issue?

Sepanjang 2022 Amar Bank akan habis-habisan melakukan aksi untuk penambahan modal melalui rancangan right issue. Langkah tersebut ditempuh untuk memenuhi modal inti senilai Rp 3 triliun hingga Desember 2022. Tetapi sampai bulan September 2021 kemarin, tercatat modal inti dari Bank Amar sudah ada sekitar Rp 1 triliun.

Vishal Tulsian selaku President Director mengungkapkan tentang penambahan modal, perseroan sedang melakukan diskusi dengan sejumlah investor potensial guna memenuhi persyaratan dari modal inti yang telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yang terdekat yaitu rencana dari Bank Amar akan menggelar PUT (Penawaran Umum Terbatas) I atau biasa dikenal dengan r

right issue di bulan Februari 2022. Acara ini menglirik dana sebesar Rp 1 triliun.

Dari prospektus yang telah dibuat di bulan Desember 2021 akhir, PT. Bank Amar Indonesia Tbk akan menerbitkan sekitar 5,78 miliar lembar saham yang dihargai Rp 100 per sahamnya. Tetapi untuk harga pelaksaan akan dibanderol sekitar Rp 173 per sahamnya.

Selain itu juga, ternyata Bank Amar lebih membuat jadwal tanggal terakhir bursa saham dengan HMETD di pasar negosiasi dan pasar reguler pada tanggal 9 Februari 2022, dan untuk pasar tunai akan dilaksanakan pada 11 Februari 2022. Pada tanggal 15 hingga 21 Februari 2022 akan dijadwalkan menjadi periode bursa HMETD dan pelaksanaan HMETD.

Pada acara tersebut, Tolaram Group Inc, yang merupakan pemilik saham utama perseroan ini akan mengambil semua haknya dengan total 1,73 miliar untuk saham yang baru. Lalu, Tolaram pun akan bertindak menjadi pembeli siaga bila saham tidak banyak diserap oleh investor lain, dengan jumlah Rp 700,5 miliar.

“Jadi, pada bulan Februari bulan ini menjadi right issue pertama. Dan kita akan langsung melaksanakan right issue kedua pada tahun ini,” ungkapnya.

Menurut Vishal, dengan ketertarikan dari investor yang diyakini sangat tinggi, PT. Bank Amat dirasa bisa memenuhi syarat modal inti sebanyak Rp 3 triliun di tahun ini.

Pada 3 Maret 2022 sesi perdagangan kemarin, saham dari Amar Bank ditutup pada level Rp 535 dan naik sekitar 1,90%. Untuk satu tahun terakhir, saham Amar Bank telah naik hingga 98,15%.

Sampai disini apakah Anda paham dengan Right Issue yang dimaksud? Apabila belum. Yuk, simak lanjutan ulasannya berikut ini.

Apa itu Right Issue?

Menurut BEI (Bursa Efek Indonesia), right issue merupakan bentuk untuk meningkatkan modal di bidang suatu perusahaan. Pada right issue ini, perusahaan akan menawarkan hak untuk pemegang saham untuk memperoleh saham baru.

Sama seperti pemegang saham akan memberikan modal dengan rasio yang telah ditentukan. Right issue pada saham juga berarti untuk saham baru dengan demikian, semakin banyak saham perusahaan yang beredar di pasar. Tentu saja harga saham turun dan terdilusi. Tidak hanya itu saja, laba per saham perusahaan bisa ikut anjlok karena dilusi saham.

Untuk cara kerja dari right issue, dikutip dari Investopedia, pemilik saham mendapatkan hak guna membeli saham baru dari perusahaan dengan potongan harga di waktu udah tanggal yang telah ditentukan. Apabila pemegang saham ini tidak berminat untuk mengambil haknya, maka ia bisa menjual hak tersebut ke investor lainnya. Oleh karena itu, di pasar modal ada jual beli right (hak). Cara kerjanya sama dengan jual beli sama pada umumnya.

Jadi, right merupakan hak yang diberikan pemilik sahal yang lama guna membeli saham baru. Supaya pemilik saham lama dikasih kesempatan untuk mempertahankan jumlah kepemilikannya di sebuah perusahaan.

Tujuan diadakannya Right Issue

Perusahaan melakukan hal ini tentu saja dengan alasan. Apa saja kira-kira alasan tersebut?  Yuk, simak berikut ini.  

  1. Membayar hutang

Suatu perusahaan perlu ada tambahan kewajiban keuangan nya sekarang. Umumnya perusahaan dengan masalah finansial akan melakukan right issue demi membayar hutangnya, khususnya saat perusahaan tersebut tidak lagi bisa meminjam uang lebih banyak dari Lembaga keuangan.

  1. Akuisisi perusahaan

Perusahaan dengan finansial yang sehat bisa melakukan right issue sehingga memperoleh dana guna mengakuisisi perusahaan lain yang menjadi pesaing. Atau meningkatkan kapasitas bisnis atau membuka fasilitas baru. Apabila tambahan modal dari right issue ini digunakan oleh perusahaan guna ekspansi bisnis, maka hal tersebut bisa memberikan keuntungan modal untuk para pemegang saham walaupun bisa terjadi dilusi saham karena melakukan right issue.

Untuk Anda yang mungkin saja tergoda untuk membeli saham dengan potongan harga karena right issue. Ada baik nya tidak hanya menghitung harga saham setelah right issue, udah harus tahu tujuan dari perusahaan yang melakukan right issue, sebelum Anda menolak atau menerima hak dengan lebih dulu membaca prospektus.

Anda harus berhati hati, sebab right issue merupakan salah satu aksi yang bisa memperbaiki finansial perusahaan hanya untuk sementara waktu saja.