Beberapa Usaha yang Terkena Dampak Kenaikan BBM

Beberapa waktu yang lalu kita tahu bila akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengumumkan jika harga BBM dinaikkan. Harga-harga yang dinaikkan itu adalah untuk solar, pertalite dan juga pertamax.

Tentunya keputusan tersebut tidak serta-merta diterima dengan baik oleh masyarakat, sebab jika kita tahu 2 tahun ke belakang Indonesia memang sedang tidak baik-baik saja karena adanya pandemi covid. Di saat itu pula ekonomi di negara ini dalam keadaan terguncang.

Walaupun perlahan mulai membaik, namun ketika pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM sudah pasti masyarakat yang belum bisa menstabilkan perekonomiannya harus kembali berjuang untuk bisa memenuhi kebutuhan.

Penyebab naiknya BBM

Faktor utama dalam hal kenaikan harga BBM yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah melonjaknya harga dari minyak dunia. Namun hal ini sendiri sebenarnya tidak hanya dirasakan dampaknya oleh negara kita tetapi di seluruh dunia. Ketika harga dari minyak dunia ini melonjak tentunya membuat pihak pemerintahan tidak lagi sanggup menahan subsidi bagi BBM.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terlihatnya angka dari beban subsidi pada energi APBN yang mencapai nominal  502 triliun rupiah. Selain itu penyebab lainnya karena pemerintah menyadari bila pembelian BBM bersubsidi tidak tepat sasaran. 

Tetapi kamu juga harus tahu bahwa ketika pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan harga dari BBM mereka juga sudah melakukan beberapa hal lain supaya masyarakat tidak terlalu terbebani dengan membuat regulasi yang berhubungan dengan hal tersebut.

Sektor usaha yang terdampak kenaikan BBM

Tentunya ketika BBM harganya dinaikkan, akan ada dampak yang dirasakan. Salah satunya ada kenaikan bahan pokok. Berikut adalah sektor-sektor usaha yang terdampak, yaitu :

  • Industri transportasi

Ketika kenaikan BBM baru akan direncanakan, Kemenhub telah memberikan himbauan kepada penyedia jasa transportasi online supaya mulai menaikkan tarif mereka. Ditambah adanya keputusan naiknya harga BBM tentu menjadi momen yang tepat.

Bagi penyedia jasa transportasi online untuk benar-benar menaikkan tarifnya. Mengenai hal ini diprediksi bila tarif ojol akan meningkat sekitar 30% dan transportasi umum naik dua ribu rupiah. Ada pula yang disesuaikan dengan jarak tempuh.

  • Industri logistik

Kamu pastinya termasuk salah satu dari pelanggan e-commerce yang kerap menggunakan voucher potongan harga untuk biaya kirim. Namun tahukah kamu bila, naiknya BBM membuat program seperti ini bisa saja hilang atau biayanya menjadi lebih tinggi hingga 10%.

Tidak hanya konsumen saya yang akan merasakan kenaikan harga, namun para pemilik bisnis yang berkaitan dengan logistik dan kerap menyewa kendaraan seperti truk untuk mengangkut paket juga harus bersiap. Sebab APTRINDO telah berencana untuk menaikkan biaya sewa sampai 25%.

  • Industri otomotif

Seorang ekonom, yaitu Bhima Yudhistira mengatakan bila sektor industri otomotif menjadi salah satu yang dirugikan karena naiknya harga BBM. Ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang pasti akan menurun. Tidak hanya pada penjualan kendaraan saja, tentu hal tersebut juga akan membuat bengkel mengalami penurunan konsumen.

  • Industri manufaktur

Selanjutnya adalah industri manufaktur, dimana sektor ini memiliki peran dalam memproduksi dan mengolah produk yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan naiknya harga dari Solar, tentunya mempengaruhi biaya kirim yang sudah pastinya juga meningkat antara 10% – 15%.

Karena naiknya BBM tidak hanya berimbas pada kenaikan harga produk atau ongkos kirim saja, namun jika dibiarkan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya PHK besar-besaran. Sehingga membuat PMI terjun bebas ke urutan 49 di bulan Oktober 2022 ini. 

  • Sektor usaha kuliner

Selanjutnya yang sudah pasti akan terdampak adalah usaha pada bidang kuliner. Kenaikan harga BBM tentu membuat harga dari bahan baku pembuat makanan serta minuman juga ikut meningkat.

Hal ini pastinya membuat nilai jual dari produk juga mau tidak mau naik antara 1% – 2%. Tentu saja semua itu disebabkan oleh biaya produksi yang meningkat. Selain itu, naiknya biaya logistik juga menjadi pemicunya.

  • Industri tekstil dan produk tekstil (tpt)

Seperti halnya pada industri manufaktur, karena adanya kenaikan BBM tentu mempengaruhi biaya logistik dan pastinya berdampak pula pada harga pakaian yang juga menjadi tinggi atau lebih mahal. Diprediksi bila hal tersebut juga membuat minat beli masyarakat jadi menurun dan berisiko terjadi PHK kepada 550.000 pekerja.

  • Industri pariwisata

Terakhir adalah sektor pariwisata, mulai dari restoran hingga penginapan juga akan terkena dampak dari naiknya harga BBM. Padahal sektor pariwisata masih belum 100% bangkit akibat pandemi, sehingga berpotensi kembali terguncang dengan kenaikan BBM.

Sebab, para pelaku di dunia wisata, khususnya perhotelan mau tidak mau harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar. Sebab biaya logistik untuk mengangkut perlengkapan dan kebutuhan hotel sudah pasti naik.

Tentunya dampak dari kenaikan harga BBM sangat dirasakan oleh masyarakat luas, apalagi mereka yang penghasilannya tidak tetap. Sudah pasti kenaikan harga dampak dari tingginya harga BBM, membuat mereka dan mungkin kamu harus kembali memutar otak supaya bisa tetap bertahan hidup.