Gelombang Resesi Masih Terus Berhembus, Tapi Investasi Ini Masih Datangkan Uang

Ancaman resesi global tahun 2023 menyelimuti pasar keuangan tanah air, ancaman resesi hadir karena saat ini dunia sedang bergejolak akibat adanya isu geopolitik global yang sedang berlangsung. Kekhawatiran ini muncul akibat angka inflasi di dalam negeri yang semakin meninggi sehingga membuat pasar saham dilanda aksi jual. Rupiah juga terkena imbasnya, kondisi nilai tukar rupiah melemah bahkan hampir mencapai Rp 15.000 terhadap dolar juga kenaikan angka inflasi di sejumlah Negara yang membuat isu resesi terasa semakin nyata. 

Namun pada tulisan kali ini, akan dibahas mengenai pilihan investasi saat menghadapi krisis ekonomi pada tahun 2023. Dimanakah sebaiknya anda berinvestasi di tengah-tengah inflasi bahkan resesi yang mendunia ini. Meskipun di Negara Indonesia inflasinya masih bisa terkontrol diangka sekitar 5,9% tapi kita juga harus tetap waspada. Mungkin bagi sebagian investor sudah kehilangan arah dalam menentukan instrumen yang tepat untuk menyimpan dananya. Jadi, yang akan dibahas pada tulisan kali ini yaitu apa saja investasi yang tetap mendatangkan uang walaupun berada pada isu resesi yang kian berhembus. Simak penjelasannya. 

  • Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara untuk investor ritel adalah produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan dijual kepada individu Warga Negara Indonesia (WNI) melalui agen penjual. Terdiri dari 2 jenis yaitu konvensional dan syariah, untuk konvensional dikenal dengan Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Savings Bond Rite (SBR). Sedangkan jenis syariah adalah Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST).

SBN ini memberikan bunga yang lebih besar dari deposito apalagi tabungan. Setidaknya dengan SBN ini uang anda tidak akan tergerus dengan inflasi. Kalau deposito itu biasanya hanya dapat sebesar 3%, sedangkan saat ini sedang terjadi inflasi 6%, maka akan tergerus dan tetap rugi karena termakan inflasi sebesar 3%. Kemudian kelebihan SBN yaitu pajak dari SBN  lebih rendah daripada deposito. 

SBN ini diterbitkan oleh pemerintah yang biasanya digunakan untuk biaya anggaran negara. Jadi, kalau anda membeli SBN seakan-akan anda meminjamkan uang ke negara dan dijamin aman karena belum ada kasus SBN yang gagal dibayar. Dalam SBN ini anda akan mendapatkan bunga obligasi atau kupon yang bisa anda cairkan setiap bulan. Yang harus diperhatikan adalah SBN ini ada jangka waktunya, yaitu ada yang 2 tahun – 3 tahun, ada juga yang tanpa menunggu masa jatuh temponya lalu setelah satu tahun anda bisa jual 50%nya, ada juga yang seluruhnya bisa anda jual di pasaran, nah ketika anda jual itu tergantung harganya sedang naik atau turun. 

Pembelian SBN ini hanya ada pada saat masa penawaran. Misalnya bulan lalu ada ORI 022 dan batas waktunya sampai pada tanggal 20 oktober 2022. Lewat dari tanggal itu, maka anda tidak bisa membeli ORI 022 tersebut. Lalu pertanyaannya bagaimana jika sudah lewat? Anda dapat menunggu lagi jika sudah dibuka masa penawarannya. 

  • Emas

Dengan adanya kenaikan inflasi yang semakin nyata disusul dengan isu resesi yang mengglobal, berinvestasi di emas merupakan pilihan investasi yang menarik. Alasan utama investasi emas menjadi menarik ditengah krisis ekonomi adalah asset emas ini biasanya tahan banting terhadap inflasi, lalu terkait dengan permasalahan geopolitik yang memanas antara rusia dan ukraina memungkinkan mendorong harga emas bisa semakin naik.

Jika kita melihat pergerakan harga emas selama semester I di tahun 2022 per maret ini naik hingga mencapai harga 2000 USD/oz, terjadi penurunan di pertengahan Juni kemarin sebesar 15%. Jadi bisa disimpulkan jika kebutuhan investasinya ini untuk jangka panjang, maka investasi emas menjadi suatu pilihan yang tepat. Walaupun memang terjadi penurunan dan nilainya tertekan, saat ini jika dilihat dari diagramnya harga emas sudah mulai naik.

Oleh karena itu, emas mulai banyak direkomendasikan menjadi instrumen investasi termasuk juga yang ingin melakukan diversifikasi investasi. Emas juga bisa menjadi pilihan utama karena emas merupakan asset safe haven. Banyak kasus saat perekonomian memburuk, harga emas cenderung naik hal ini sudah terbukti saat krisis akibat pandemi covid-19. 

Jadi sebenarnya emas merupakan pilihan terbaik terutama saat terjadinya isu resesi. Selain sebagai asset safe haven, emas juga berfungsi sebagai lindung nilai. Oleh sebab itu kemungkinan besar investasi emas ini akan sangat membantu dan sangat baik untuk di investasi ataupun untuk sekedar menyimpan. 

Yang perlu diperhatikan ketika kita mau berinvestasi di tengah inflasi dan resesi ini adalah komposisi yang proporsional antara jangka pendek dan panjang, anda harus bisa menjaga tingkat likuiditas, kemudian sebenarnya anda juga bisa manfaatkan momentum kenaikan sesaat ini dengan pilihan investasi yang tepat. Nah, itulah sikap cerdas berinvestasi di tengah ancaman resesi. Semoga bermanfaat.