Indonesia Aman dari Resesi, Tapi Bisa Alami Stagflasi! Apa itu Stagflasi

Kemungkinan Indonesia memang akan aman dari resesi tetapi para pengamat ekonomi merasa bahwa bisa saja terjadi stagflasi. Biasanya kondisi ini dikarenakan tingginya tingkat dari inflasi, tetapi tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi.

Maksudnya ketika stagflasi ini terjadi pertumbuhan ekonomi di suatu negara bisa dikatakan cukup rendah. Sebenarnya tidak hanya di Indonesia saja karena pada kenyataannya ketika seluruh dunia mengalami pandemi covid 19, perekonomian memang tidak baik-baik saja. Oleh karena hal tersebutlah banyak negara besar yang mulai waspada bila stagflasi terjadi.

Apa itu Stagflasi?

Stagflasi adalah periode penurunan PDB atau Produk Domestik Bruto mengikuti inflasi. Selain itu, stagflasi juga diartikan sebagai keadaan dimana tingkat ekonomi tidak berkembang bersamaan dengan harga yang terus naik. 

Istilah stagflasi adalah gabungan dari kata stagnasi dan inflasi. Ini pertama kali digunakan oleh seorang politisi Inggris bernama MacLeod dalam pidatonya di British House of Commons pada 1960-an. Dalam pidatonya, MacLeod menggambarkan apa yang terjadi di Inggris pada saat itu menyusul stagnasi dan inflasi yang mengikutinya. 

Contoh stagflasi adalah resesi AS tahun 1970-an. PDB negara itu telah turun selama lima kuartal berturut-turut. Inflasi di Amerika Serikat juga berlipat ganda pada tahun 1973. Ada inflasi serupa pada tahun 1974. 

Situasi kali ini dibarengi dengan tingginya angka pengangguran, yakni 9%. Stagflasi dapat disebabkan oleh jatuhnya nilai tukar satu mata uang terhadap mata uang lainnya. Contohnya adalah Indonesia. Ketika krisis mata uang terjadi pada tahun 1998, harga semua komoditas naik tajam, disertai dengan inflasi. 

Laporan Investopedia menunjukkan bahwa efek stagnasi ekonomi adalah indeks kesengsaraan naik. Indeks kesengsaraan itu sendiri adalah indikator sederhana dari inflasi dan pengangguran. Pengukuran ini sering digunakan untuk memahami bagaimana orang tinggal di daerah tersebut.

Contoh Stagflasi

CPI atau Consumer Price Index yang terjadi di China dan mengalami kenaikan hingga 1,5% di bulan Oktober merupakan salah satu dari contoh stagflasi yang terjadi di dunia. Saat itu PPI atau Produser Price Index naik hingga 13,5%, di mana kondisi ekonomi seperti itu kerap pada negara-negara yang memang kondisi perekonomiannya sedang mengalami kendala struktural periodik dan siklus.

Biasanya secara perlahan akan berdampak pada tingginya kekhawatiran akan prospek pertumbuhan dari negara tersebut di masa mendatang. Ketika China sedang mengalami hal tersebut bisa dikategorikan bahwa negara mereka sedang mengalami stagflasi semu. 

Penyebab dari Stagflasi

Stagflasi dapat diakibatkan, karena begitu banyak hal di mana biasanya kondisi seperti ini terjadi saat pasokan uang yang beredar di pasar meningkat dan jumlah dari supply atau produknya sendiri terbatas. Tidak hanya itu saja stang klasik sendiri biasanya disebabkan adanya kebijakan untuk lebih meningkatkan jumlah dari uang tunai yang saat ini beredar di pasaran dengan penawaran yang sangat terbatas.

Tingginya jumlah uang yang sedang beredar di pasaran bisa mengakibatkan inflasi terjadi di sebuah negara. Biasanya diiringi pula dengan tingginya harga barang dagang. Kemudian stagnasi juga bisa muncul di saat kondisi ekonomi tidak berkembang dan ketika lonjakan inflasi terjadi di mana hal tersebut tentunya menyebabkan peningkatan dari jumlah pengangguran.

Jika ditanya bagaimana cara untuk mengatasi stagflasi tentunya adalah menjaga pertumbuhan perekonomian agar terus meningkat, supaya nantinya bisa mengurangi jumlah pengangguran. Kemudian penyebab lain dari stagflasi yaitu adanya kenaikan dari biaya upah atau dikenal dengan istilah wage push-cost.

Dampak dari Stagflasi

Umumnya dampak yang diakibatkan oleh stagflasi di suatu negara adalah sebagai berikut:

  • Terjadinya kenaikan pada harga jual produk yang tidak dapat dikontrol karena adanya penurunan dari mata uang.
  • Selanjutnya adalah berkurangnya daya beli akan suatu produk dikarenakan kenaikan dari harga jual.
  • Lalu dampak berikutnya adanya kenaikan dari suku bunga yang mau tidak mau dilakukan bank sentral sebagai salah satu cara untuk mengatasi stagflasi.
  • Terakhir adalah dampak berkepanjangan dari stagflasi yaitu meningkatnya angka pengangguran pada negara tersebut.

Cara Mengatasi Stagflasi di Indonesia

Cara untuk mengatasi terjadinya stagflasi, yakni dengan berinvestasi di sektor swasta. Pilih bisnis dengan cerita dan pengalaman yang kuat, atau bisnis yang sudah lama digeluti. Selain itu, saham ekonomi baru juga bisa menjadi pilihan portofolio investasi kamu. Berinvestasi di area privat bisa menjadi pilihan investasi saat stagflasi. 

Hal ini dikarenakan, jurusan tersebut lebih mudah dipahami. Tentu saja, ini sesuai dengan strategi meminimalkan risiko investasi yang banyak dibicarakan. Tempat berinvestasi saham, kamu perlu mengetahui seberapa besar potensi industri ini dan apakah pengelolaan industri ini sudah profesional. 

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu stagflasi, penyebab, akibat, dan cara mengatasinya. Situasi ini memang memprihatinkan, namun memang tidak bisa dihindari mengingat pandemi Covid-19 yang berdampak besar pada perekonomian dunia.