korupsi

Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia

Korupsi adalah salah satu tindak kejahatan yang sulit sekali diberantas di Negeri ini. Seperti sudah menjadi darah daging dimana ratusan pejabat dari berbagai era tidak peduli dengan rakyat. Selama itu uang dan mereka merasa berkuasa, maka korupsi seperti tidak akan hilang. 

Walaupun di negara lain juga mengalami hal yang sama, tapi di Indonesia ada beberapa kasus korupsi paling besar dan sempat menjadi perhatian publik. Hal ini tak lepas dari besarnya nominal korupsi yang dilakukan oleh petinggi negara. Apa saja kasusnya? Berikut ini ulasannya. 

Kasus Korupsi Paling Besar di Indonesia 

Korupsi sudah memang seperti momok petinggi negeri. Entah sampai kapan mereka akan terus melakukannya. Mungkin hingga sekarang ada banyak sekali kasus yang tidak diselesaikan atau tidak terendus. 

Bahkan para pejabat yang harusnya ikut menangkap malah terjerat kasus korupsi. Di Indonesia, sudah banyak kasus yang terpecahkan bahkan menjadi salah satu yang paling besar dalam sejarah. Berikut ini adalah deretan kasusnya: 

1. Kasus Kotawaringin Timur 

Kalau mengingat kasus korupsi besar yang pernah terjadi di Indonesia, maka tidak boleh lupa dengan korupsi yang terjadi di Kotawaringin Timur. Mantan Bupati Kotawaringin Timur, yaitu Supian Hadi, terbukti melakukan tindak korupsi yang paling merugikan negara. 

Waktu itu ia terlibat dengan kasus pemberian IUP atau Izin Usaha Pertambangan kepada tiga perusahaan, yaitu PT. AIM, PT. BI dan PT. FMA. Supian Hadi terbukti melakukan tindak korupsi yang merugikan negara. 

Kerugian ini sendiri dihitung dari eksploitasi tambang, kerusakan lingkungan dan juga kerusakan hutan. Pihak ICW (Indonesia Corruption Watch) mengatakan bahwa kerugian dari kasus ini sendiri mencapai 5,8 triliun rupiah dan 711 ribu USD. 

2. SKL BLBI 

Skandal kasus korupsi yang satu ini seperti tidak ada habisnya. Hingga sekarang pun kasus korupsi yang melibatkan beberapa petinggi negara ini masih belum sepenuhnya selesai. Sudah lebih 10 tahun, kasus BLBI masih belum bisa tuntaskan. Kasus ini bermula dari kejadian krisis moneter pada tahun 1998. 

BLBI merupakan salah satu program pinjaman dari Bank Indonesia yang diberikan kepada bank-bank lain agar tidak kolaps. Bank yang telah melunasi pinjaman ini akan diberikan SKL atau Surat Keterangan Lunas. 

Tapi, belakangan diketahui bahwa SKL ini diberikan sebelum mereka melunasi hutang ke Bank Indonesia. Tentu saja, temuan ini membuat rakyat marah. Karena tentu saja total kerugian negara sangat besar, yaitu diperkirakan mencapai 3,7 triliun. 

3. Kasus Pengadaan E-KTP 

Anda pasti tahu tentang kasus korupsi yang menjerat “Papa” Setnov atau Setya Novanto yang pernah menjabat sebagai ketua DPR. Mega korupsi ini berawal dari peralihan dari KTP biasa ke E-KTP. Kemudian proyek pengadaan E-KTP ini dimenangkan Konsorsium PT. PNRI dengan nilai sebesar 5,9 triliun rupiah. 

Tapi, ICW menilai ada hal janggal dalam mega proyek yang akan dijalankan ini. Sekitar 6 bulan kemudian, KPPU atau Komisi Pengawas Persaingan Usaha memberikan pernyataan bahwa ada satu kerjasama dalam tender tersebut. Tentu saja, kerjasama yang terjadi bukan hal baik. 

Banyak sekali petinggi negeri yang masuk sebagai daftar tersangka dalam kasus mega korupsi E-KTP ini selain Setya Novanto, yaitu Irman selaku Dirjen Kependudukan bersama stafnya Sugiharto. 

Kemudian ada Andi Narogong sebagai pelaksana proyek, ada juga Markus Nari yang merupakan politikus dari Golkar dan Anang Sudihardjo, Direktur Utama dari PT. Quadra Solution. Total kerugian akibat kasus ini mencapai 2,3 triliun rupiah. 

4. Mega korupsi Hambalang 

Kalau ditanya lagi kasus korupsi mana lagi yang mendapatkan perhatian dari publik adalah mega korupsi Hambalang. Kasus yang satu ini terjadi sekitar tahun 2009-2010. Kala itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora, yang dipimpin oleh Andi Malarangeng, memerintahkan untuk membuat sebuah pusat pendidikan atau sekolah olahraga nasional. 

Proyek yang direncanakan untuk dibuat di Hambalang, Jawa Barat ini memiliki nilai anggaran hingga 1,75 triliun rupiah. Tapi, ternyata malah proyek ini tidak berjalan sama sekali. Seluruh dana digasak habis oleh beberapa petinggi negara. Sebut saja Nazarudin, Angelina Sondakh, Andi Malarangeng dan Anas Urbaningrum. 

Proyek ini sendiri juga sempat menyeret nama politisi dari Partai Demokrat lainnya, seperti anak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibas. Tapi, Ibas hanya dijadikan sebagai saksi dan tidak terbukti terlibat. Kasus ini hingga sekarang juga masih menjadi pertanyaan masyarakat. Apakah memang seluruh pelaku tertangkap atau tidak. Total kerugian negara pada kasus ini sendiri lebih dari 450 miliar. 

Itu adalah beberapa kasus korupsi terbesar yang terjadi di Indonesia. Selain kasus yang sudah disebutkan, ada juga kasus korupsi Bank Century yang juga hingga sekarang masih belum ada penyelesaian secara signifikan. Entah apa yang terjadi dengan Indonesia, sepertinya petinggi negeri ini masih buta dengan kesusahan yang dialami oleh rakyat.