Krisis Pangan yang Dialami Inggris, Apa Dampaknya?

Ketidakstabilan ekonomi global menjadi ancaman setiap negara di dunia terhadap kondisi ekonomi di negaranya masing-masing, ancaman krisis ekonomi global akan berdampak pada resesi di beberapa negara yang tidak dapat menahan stabilitas perekonomian dengan baik dan benar.

Kenyataan ancaman krisis ekonomi global ini dapat kita saksikan melalui fakta bahwa bukan hanya negara-negara berkembang yang terdampak krisis ekonomi, bahkan beberapa negara maju pun sudah mulai mengalami krisis ekonomi seperti resesi dan inflasi dengan angka yang cukup tinggi.

Salah satu negara maju yang sedang menjadi perhatian dunia lantaran krisis ekonominya sangat buruk adalah Inggris, karena Inggris telah mengalami krisis ekonomi yang kian parah, salah satunya adalah krisis pangan. Tulisan ini akan menjelaskan dampak dari krisis pangan di Inggris.

Beberapa Dampak dari Krisis Pangan di Inggris

Inggris merupakan salah satu negara maju yang mengalami krisis ekonomi yang serius sampai saat ini. Salah satu krisis di Inggris yang membuat dunia menyorotinya adalah krisis pangan, karena dampaknya cukup signifikan. Lalu, apa saja dampak dari krisis pangan di Inggris? Berikut ini penjelasannya.

  • Harga kebutuhan pokok yang naik

Krisis pangan berdampak pada harga kebutuhan pokok yang naik. Suatu barang akan terus naik harganya apabila ketersediaan berbanding jauh dengan permintaan konsumen, itu merupakan prinsip dasar dalam perekonomian. Begitupun dengan fakta yang sekarang terjadi di negara Inggris.

Kelangkaan pangan membuat harga kebutuhan pokok di negara besar tersebut terus mengalami kenaikan, oleh sebab itulah masyarakat dibuat kesusahan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, karena mereka harus mengeluarkan uang dengan jumlah lebih mahal dari biasanya saat krisis pangan terjadi.

  • Daya beli masyarakat menurun

Harga kebutuhan pokok yang naik namun pendapatan masyarakat masih tetap sama, maka menyebabkan ketidakseimbangan ekonomi, dimana masyarakat tidak mampu membeli berbagai kebutuhan pokok yang harganya lebih tinggi, sedangkan pendapatan mereka stagnan tidak ikut naik.

Masyarakat Inggris dikabarkan kesulitan mendapatkan bahan-bahan pokok untuk memenuhi kebutuhannya, salah satunya adalah pangan. Hal tersebut tentu saja sebagaimana dijelaskan disebabkan oleh naiknya harga pangan. Kelaparan juga dikabarkan telah melanda negara maju tersebut.

  • Banyak yang tidak dapat makan

Dikabarkan sejak Oktober 2022, sekelompok masyarakat yang menamai diri mereka sebagai kelompok konsumen melakukan protes dengan demonstrasi di Inggris, hal tersebut dikarenakan mereka mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan sekeluarga yang disebabkan krisis pangan.

Banyak dari para demonstran yang mengaku kerap melewatkan makan atau tidak makan lantaran tidak mampu membeli makanan untuk diberikan kepada keluarga, hal tersebut dikarenakan biaya bulanan melambung tinggi melampaui pendapatan bulanan dan mencekik rakyat.

  • Unjuk rasa, karyawan mogok kerja

Dikabarkan sudah ada gerakan dari para buruh atau karyawan, mereka menuntut kenaikan upah, karena upah yang didapatkan tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka seperti normalnya. Sekelompok pekerja, buruh atau karyawan berkumpul dan mogok kerja agar upahnya dapat dinaikkan.

Sedangkan di sisi lain pihak pemilik modal atau perusahaan juga mengalami dampak dari krisis ekonomi, sehingga mereka kesulitan apabila harus menaikkan upah, bahkan tidak sedikit dari mereka mengaku terpaksa memberhentikan beberapa karyawannya atau mengurangi SDM di perusahaannya, demi perusahaannya dapat terus berjalan.

  • Ribuan karyawan diberhentikan

Dampak dari krisis pangan juga bukan hanya dirasakan masyarakat, akan tetapi juga dialami oleh pihak perusahaan, mereka terpaksa memutuskan hubungan kerja dengan sebagian karyawannya. Dikabarkan sejak November 2022 sekitar 3000 lebih karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja.

Tentu saja itu membuat banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kehilangan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga mereka kelaparan, bahkan dikabarkan sebagian masyarakat harus mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi setiap harinya, bahkan ada banyak juga yang kelaparan tidak dapat makan.

  • Banyak karyawan yang beralih menjadi PSK usai diberhentikan

Dikabarkan bahkan sebagian masyarakat menjadi pekerja seks komersial untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka setelah mengalami pemutusan hubungan kerja. Tentu saja ini menandakan bahwa krisis pangan bukan hanya berdampak pada kelaparan, akan tetapi juga status sosial di Inggris.

Mereka yang memutuskan untuk menjadi pekerja seks komersial dikabarkan terpaksa, lantaran tidak punya lagi pemasukan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, hal tersebut disampaikan oleh lembaga yang mengatur prostitusi di Inggris, mereka mengabarkan bahwa angka pekerja seks komersial meningkat pasca krisis pangan di Inggris berlangsung.

Inggris sedang mengalami krisis ekonomi yang serius, krisis pangan membuat Inggris mengalami tingkat pengangguran yang lebih tinggi dari Indonesia serta inflasi yang lebih tinggi dari Indonesia. Resesi ekonomi di Inggris sudah menjadi kenyataan, bahkan kondisinya dikabarkan sudah sangat buruk, sedangkan Indonesia masih berada di zona aman, walaupun bukan berarti kita bebas dari kekhawatiran.