Minyak Goreng Masih Langka, Apa Penyebabnya?

Anda pasti sekarang sedang merasakan susahnya mencari minyak goreng, bukan? Ternyata kelangkaan minyak goreng dipengaruhi karena sejumlah alasan, mulai dari masalah distribusi sampai panic buying. Penyebab kelangkaan minyak goreng ini ditemukan oleh KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha). 

Deswin Nur selaku Kepala dari Biro Hubungan Masyarakat & Kerjasama mengatakan jika awal temuan minyak goreng yang langka ini karena berbagai banyak hal. 

“Di lapangan banyak temuan mengenai kelangkaan dari minyak goreng. Ada penjual bersyarat, panic buying, masalah distribusi, dugaan hambatan akses dan lainnya,” jelasnya ketika dihubungi oleh Merdeka.com, pada Sabtu 5 Maret 2022. 

Sekarang KPPU terus menyelidiki guna mendalami masalah yang ada karena penemuan di lapangan ini, yaitu dengan melakukan proses panggilan pada semua pabrik minyak goreng. Oleh sebab itu, pihaknya hingga ini belum dapat menyampaikan alasan pasti akan kelangkaan dari minyak goreng ini. Mengingat, penyelidikan masih dilanjutkan. 

“Kami tidak dapat menyimpulkan hanya dari informasi saja, harus ada pembuktian guna memperkuat dugaan. Semoga di waktu yang dekat ini, kami dapat meng-update hasil dari pra investigasi kami,” tutupnya. 

Sebelum itu, KPPU akan memanggil pemasok minyak goreng minggu depan. Ini menjadi proses lanjutan dari penyelidikan yang akan dilakukan oleh KPPU. 

Lalu, Deswin Nur juga menyebutkan tahap penyelidikan masih akan berlanjut. Sekarang giliran agen minyak goreng yang kami mintai keterangan. 

“Satu minggu kedepan akan mengundang agen,” ujarnya ketika dihubungi oleh Liputan6.com pada Minggu 27 Februari 2022. 

Sebagai informasi, KPPU akan melakukan beberapa kajian mengenai melonjaknya harga dari minyak goreng dari Oktober 2021 kemarin. Lalu, terdapat dugaan penyelundupan yang dilakukan oleh beberapa oknum. 

Tidak hanya itu saja, kelangkaan dari minyak goreng di hampir semua pusat supermarket modern karena terhambatnya pasokan yang dikirim dari agen dan juga ulang dari spekulan. 

Roy N Mandey selaku Ketum dari Aprindo mengakui saat ini masih terjadi kelangkaan dari minyak goreng dengan harga murah di beberapa pusat perbelanjaan sampai minggu ini. Keterbatasan dari minyak goreng ini pun terjadi juga di Jabodetabek. 

Roy mengungkapkan jika kelangkaan tersebut dikarenakan oleh pasokan dari agen yang terlambat karena ulah dari spekulan yang menjadikan harga di pasaran menjadi sangat tinggi dari akhir tahun kemarin. 

“Sekarang pemerintah akan melancarkan pasokan minyak goreng oleh pemerintah, kami telah memperoleh informasi kemarin pada Senin, 7 Februari 2022 agen dan seller melaporkan pembuatan minyak goreng dengan harga murah telah menyentuh 317 juta liter,” ungkap Roy lewat sambungan telepon,  pada Selasa 8 Maret 2022. 

Dengan begitu, kata Roy, di sisi produksi dari minyak goreng harga murah ini belakang telah pulih untuk menekan lonjakan harga di pasaran. Pada sisi lain, beliau juga mengatakan bahwa asosiasinya akan memberi usulan pada pemerintah guna melabeli minyak goreng dengan harga murah hasil dari DMO (Domestic Market Obligation) dengan memberikan label HET (Harga Eceran Tertinggi) di kemasan. Hal tersebut dilakukan demi meminimalisir penimbunan yang saat ini sering dilakukan oleh agen nakal. 

Roy mengungkapkan “Dengan memberikan HET, maka orang-orang juga ikut untuk mengawasi pasokan minyak murah itu,” ujarnya. 

Sebelumnya, Muhammad Lutfi selaku Menteri Perdagangan geram sesudah mengetahui agen menghambat pasokan minyak dari DMO yang mengakibatkan harga minyak goreng sangat tinggi sampai minggu ini. 

Lutfi mengungkapkan jika motif menahan pasokan minyak ini karena spekulasi bilan pemerintahan akan mencabut ketentuan dari HET (Harga Eceran Tertinggi) minyak goreng karena harga minyak di pasar dunia yang terus melonjak mulai awal 2022 ini. 

“Orang banyak beropini jika pemerintah akan menghapus HET yang tidak saya cabut serta kami memiliki minyak yang banyak, kami tahu minyak goreng saat ini di mana jika mereka tidak berikan, maka kami akan menindak tegas,” ucap Lutfi pada Selasa, 8 Maret 2022. 

Dari catatan Kemendag (Kementerian Perdagangan), pasokan minyak goreng dengan harga murah hasil DMO telah sampai 500 ribu ton sampai minggu ini. Pasokan tersebut, ungkap Lutfi, bisa memenuhi keperluan di dalam negeri sampai 2 bulan kemudian atau sampai lebaran. 

“Mereka itu saat ini lagi mencari keuntungan di dalam situasi ini, mereka ingin supaya saya menghapus HET dan mereka bajiri yang harganya Rp 10.300 dan dijual Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu, harga minyak dunia sedang tinggi-tingginya mereka tahan minyak tersebut, saya ingin tendang-tendang pekan ini,” ungkapnya. 

Nah, itu tadi ulasan mengenai penyebab minyak goreng masih langka yang harus Anda ketahui. Semoga masalah ini cepat berakhir dan minyak tidak lagi langka seperti sedia kala. Selain itu, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda, ya!