Pemerintah Bahas Tiga Isu Penting dengan Bos Coca Cola di Swiss

Pemerintah Bahas Tiga Isu Penting dengan Bos Coca Cola di Swiss

World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss, baru-baru ini menjadi kesempatan bagi delegasi pemerintah Indonesia untuk bertemu dengan investor dari perusahaan industri ternama dunia. Dalam kesempatan tersebut.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dan juga Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dan berdiskusi dengan pejabat senior dari The Coca Cola Company agenda untuk membahas investasi, ekonomi sirkular dan energi terbarukan. Melalui agenda ini mereka juga menyampaikan beberapa hal, tentu salah satunya tentang dukungan dan kemudahan bagi investor global yang berinvestasi di Indonesia, kata Menperin di Jakarta.

Bahasan dalam pertemuan dengan pihak Coca Cola

Dalam pertemuan dengan Presiden dan CEO The Coca Cola Company James Quincey, pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan mendorong Coca Cola untuk meningkatkan dan memperluas investasinya di Indonesia, salah satunya produk berbahan dasar kelapa.

Karena produk kelapa memiliki multiplier effect yang terbilang tinggi, dari mulai petani kecil hingga industri menengah. Selain itu, mengingat luasnya wilayah Indonesia, produk ini masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di dalam negeri.

Dalam pertemuan dengan perusahaan industri minuman tersebut, pemerintah juga membahas pengembangan industri hijau dengan konsep ekonomi sirkular yang mengadopsi pendekatan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recover and Repair). Pemerintah telah mengatur pengembangan industri hijau dalam UU No. 3/ 2014 mengenai Perindustrian.

Undang-undang tersebut menyatakan bahwa industri hijau adalah industri yang mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dalam proses produksinya, sehingga mampu memadukan pembangunan industri dengan pelestarian fungsi lingkungan dalam mendamaikan dan dapat membawa manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Bahas Tiga Isu Penting dengan Bos Coca Cola di Swiss

Menperin menambahkan, pemerintah akan berupaya untuk tetap berkomitmen mendorong pengembangan industri hijau dengan mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Sehingga pembangunan industri selaras dengan pelestarian fungsi lingkungan dan dapat membawa manfaat bagi masyarakat.

Melalui upaya memperkenalkan industri hijau di tanah air, penghematan energi akan mencapai Rp 3,2 miliar dan penghematan air akan mencapai Rp 169 miliar pada tahun 2021. Pencapaian ini memperkuat komitmen industri untuk memastikan keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka panjang.

CEO The Coca Cola Company mengatakan, sejak 2018 perusahaan mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan produknya, baik botol plastik maupun kaleng. Menurutnya, Coca-Cola telah berkomitmen untuk membuat semua kemasan dapat didaur ulang pada tahun 2025 dan menggunakan 50 bahan baku daur ulang dalam botol dan kaleng pada tahun 2030.

Karena itu, CEO Coca Cola berharap kebijakan dan regulasi di Indonesia dapat terus mendukung Coca Cola. Untuk mendukung penerapan industri yang berkelanjutan, kedua belah pihak juga membahas upaya pencapaian NZE dan penggunaan energi baru dan terbarukan, seperti energi terbarukan. Seperti, panel surya dalam proses produksi koka. Cola di Indonesia. .

 

Terkait pemanfaatan energi baru dan terbarukan, Coca Cola Amatil (CCA) Indonesia telah memasang solar roof di lokasi pabrik Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Panel surya dengan luas 72.000 meter persegi ini merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), No 2 di Asia-Pasifik dan No 4 di dunia.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pembangunan panel surya CCA Indonesia berkapasitas 7,13 megawatt (MW). Langkah perusahaan ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan menjadi 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.

Manfaat dan juga kelebihan dari panel surya

Sebagaimana pembicaraan antara pihak Indonesia dengan Coca Cola yang mencapai kesepakatan perihal panel surya di Cibitung, sebenarnya apa saja manfaat serta kelebihan yang dimiliki dari alat ini? Berikut adalah rinciannya :

Kelebihan Panel Surya  

  • Keunggulan panel surya yang pertama adalah panel surya ini murah karena saat menggunakan panel surya tidak membutuhkan bahan bakar apapun. 
  • Dapat dipasang di mana saja dan dipindahkan jika perlu. Jadi Anda bisa menempatkan panel surya ini sesuai dengan kebutuhan. 
  • panel surya  bisa ditempatkan secara terpusat, artinya pembangkit listrik tenaga surya dipasang di satu area dan listrik yang dihasilkan dikirim ke tempat yang membutuhkan melalui jaringan distribusi dan juga terdesentralisasi, artinya setiap sistem independen atau individual, oleh karena itu sistem  tidak memerlukan jaringan distribusi.
  • Keuntungan panel surya  selanjutnya adalah modular. Maksudnya adalah agar kapasitas listrik yang dihasilkan dapat diatur dengan cara memasang modul secara seri dan paralel. 
  • Berikutnya adalah panel surya dapat dioperasikan secara otomatis atau melalui operator. 
  • Keuntungan terakhir dari panel surya  adalah tidak bersuara dan tidak menyebabkan operasi lingkungan. 

Keunggulan Panel Surya  

  • Panel surya  ramah lingkungan karena tidak memancarkan  gas rumah kaca yang berbahaya seperti karbon dioksida.Bahkan panel surya  tidak berkontribusi terhadap perubahan iklim. 
  • Panel surya memanfaatkan energi matahari, dan matahari adalah sumber energi  paling berlimpah di planet bumi. 
  • Banyak negara dari seluruh dunia yang menawarkan insentif menguntungkan untuk pemilik rumah untuk memakai panel surya. 
  • Kemudian, panel surya tidak kehilangan banyak efisiensi selama masa manfaatnya sekitar 20 tahun. 
  • Untuk panjang painnya yang  mencapai 25 hingga 30 tahun. Oleh karena itu, panel surya menjamin pengguna untuk menghemat biaya energi.

Demikianlah informasi yang bisa disampaikan mengenai bahasan antara pihak Indonesia dengan perusahaan Coca-cola mengenai energi terbarukan. Dimana kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan tentang energi apa yang akan dikembangkan dan lokasinya.