PON Bangkitkan Perekonomian Papua

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM, mengutarakan rasa optimisnya jika Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 ini bisa memobilisasi ekonomi UMKM yang ada di Papua ketika masa pandemi ini. 

“Ya bisa saja nanti sedikit ada pengurangan nilai ekonomi, sebab jika kita lihat di PON sebelumnya yang di Riau 2012 dan di Jawa Barat 2016 itu kan kira-kira lebih dari Rp 100 miliar. Mungkin saja di Papua ini masih besar juga, tapi masih ada sedikit penurunan namun kami sangat yakin lah ini bisa menjadi dampak yang cukup bagus, sebab bakal banyak orang yang akan datang,” ungkap Teten Masduki di acara diskusi Forum Merdeka Barat. 

Teten juga beranggapan bahwa dengan hadirnya PON XX di Papua ini bisa banyak mendatangkan orang ke Papua, yang datang diperkirakan bisa belasan hingga puluhan ribu orang yang akan pergi ke Papua. Hal tersebut pastinya dapat memberikan banyak keuntungan untuk UMKM lokal di wilayah Papua. 

“Antara lain seperti pemilik usaha penginapan, pengrajin, penjual makanan dan minuman, dan yang lain-lainnya. Karena kan itu sudah menjadi sektor-sektor yang telah bekerjasama dengan pemerintah daerah,” jelas Teten. 

Ia juga menambahkan jika pada PON sekarang ini juga dapat menjadi sebuah wadah untuk promosi produk dari UMKM setempat, khususnya yang ada di empat kabupaten yang memang menjadi tempat dilaksanakannya PON XX Papua. 

“Kita juga akan mengadakan kerjasama dengan meng-endorsement Ambassador, seperti Raffi Ahmad yang nantinya akan mempromosikan produk dari para UMKM. Jadi kami akan menjadikan PON ini menjadi momentum untuk memberi dorongan ke mereka, dalam hal tersebut UMKM di Papua, untuk tampil di sosial media yang disesuaikan dengan trade area dan skalanya, nah dari situ nanti pihaknya juga akan fokus ke pemberdayaan dan penyiapan UMKM,” kata Teten. 

Sehingga, lanjut Teten, pihaknya akan terus beroptimis jika adanya PON XX Papua ini juga bisa memberikan banyak dampak positif khususnya untuk UMKM yang ada di sana. 

Teten menjelaskan, bila dilihat yang bisa menjadi produk favorite UMKM di Papua, di akhir Agustus 2021 kemarin Indonesia melepas sebanyak 28 ton ekspor hasil Kelautan dan Perikanan ke Singapura. Pihaknya juga akan melakukan intervensi dengan menguatkan koperasi yang sudah menjadi eksportir untuk hasil sektor Kelautan dan Perikanan di Papua. 

Teten mengatakan, sampai sekaran ini masih terdapat beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh para pelaku UMKM, baik yang ada di Papua ataupun di Papua Barat. 

Tantangan tersebut yaitu berhubungan dengan kemasan (packaging). “Desain kemasan pada produk-produk UMKM yang ada di sana harus bisa diperbarui untuk dapat menarik minat konsumen. Sebab produk UMKM di sana potensial sekali,” ujarnya. 

Selanjutnya, lanjut Teten, tantangan yang lainnya yaitu akses pembiayaan atau akses permodalan.” Jadi dua pon tersebut masih harus mendapatkan pendampingan pelatihan,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan, dari pihaknya juga ingin membantu memasarkan produk-produk yang ada di Papua ataupun Papua Barat, yang memiliki potensi ekspor lewat Bali. Kita juga saat ini sedang mempersiapkannya, sedang kami kampanyekan untuk bisa membantu mendorong Provinsi Papua dan Papua Barat sehingga dapat dijual, dan tentunya ini akan berkaitan dengan pendampingan, perbankan, kurasi produk, trading dan packagingnya. 

Selain itu, Agustinus Mandang selaku panitia dari bidang Ekonomi PON Papua Klaster Mimika, mengatakan jika semua UMKM ini adalah gabungan dari seluruh dinas yang ada di Kabupaten Mimika. 

Di antaranya yaitu gabungan Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, dan lainnya. 

“UMKM ini akan dikumpulkan untuk memeriahkan acara PON XX di Papua, terdapat lebih dari 100 UMKM yang ikut serta di PON ini dan hampir semuanya sudah dikoordinir oleh bidang ekonomi.” kata Agustinus. 

Kata Agustinus, tempat untuk UMKM ini akan terbagi di empat venue seperti biliar, futsal, area MSC, dan Eme Neme. Selain itu, pihaknya juga akan menambahkan Kantor Bupati untuk dijadikan venue. “Sehingga total seluruhnya terdapat di lima venue,” jelasnya. 

Agustinus mengungkapkan seluruh UMKM yang ditampilkan ini benar-benar produk kreatif asli dari kota Timika, mulai dari kuliner maupun non-kuliner. Untuk kuliner yaitu ada kopi Papua, dan non-kuliner ada merajut noken, kerajinan pahat memahat, dan kerajinan lainnya. 

Ia juga menambahkan, jika seluruh produk yang ada merupakan hasil buatan asli dari mama-mama Papua di Timika dan akan membuka stand dari 28 september 2021 kemarin sampai PON XX ini berakhir. 

“Mereka benar-benar senang sekali sebab banyak yang datang ke stand dan mempunyai produk yang mereka jual. Banyak sekali para kontingen atau tamu yang datang dan membeli produk yang dijual di stand.” ungkap Agustinus.